DPRD KOTA BATAM,  UPDATE BERITA

Gelar RDP, Komisi II Bahas Temuan BPK soal Rekening Titipan di Bank Riau Kepri

RDP Komisi II DPRD Batam dengan Bank Riau Kepri. (F: Hening)

 

BATAM – Komisi II DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (17/6/2021). RDP ini di antaranya terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepulauan Riau (Kepri) tentang rekening titipan penerimaan pajak Pemerintah Kota Batam di Bank Riau Kepri (BRK).

Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando mengatakan, rekening titipan ini tidak diatur dalam penyelenggaraan pemerintah. “Kami sudah tanyakan, mereka (BRK) menjawab rekening titipan merupakan rekening internal BRK dalam rangka memudahkan jenis-jenis pajak,” ujar Edward.

Edward juga menyampaikan bahwa pihak BRK tidak memperoleh izin untuk membuka rekening titipan, sehingga akhirnya menjadi temuan BPK.

Sementara dari hasil audit, BPK pun telah menyurati BRK atas temuan kesalahan secara administrasi.
Sayangnya pada kesempatan siang itu, Kepala Cabang BRK tidak hadir, sehingga direncanakan ada rapat lanjutan.

Ke depan, dalam rapat selanjutnya, DPRD Batam meminta Kepala Cabang BRK untuk dapat hadir dan membawa serta mutasi rekening titipan.

“Apakah hanya sebatas kesalahan administrasi, atau ada implikasi lain, kami tidak menduga, tapi hanya mengkroscek penjelasan dan fakta,” jelas Edward.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Batam, Udin Sihaloho mengungkapkan, ada hal yang tidak wajar dalam hasil pemeriksaan BPK. Contohnya pada rekening nomor 01062400218 untuk titipan setoran Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp 66.233.554.303, sedangkan pada rekening kas daerah sebesar Rp 167.214.488.018.

Kemudian rekening nomor 0162400219 untuk titipan setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 196.068.439.040, sedangkan pada rekening kas daerah Rp 235.763.207.466.

Selain itu, yang menjadi masalah adalah rekening nomor 016220000 untuk titipan setoran Pajak Hotel dan Restoran PHRI sebesar Rp 192.661.170.952, sedangkan pada rekening kas daerah tercatat sebesar Rp 111.378.887.416.
“Selisih restoran dan hotel ini yang tidak wajar, karena lebih besar di titipan daripada kas daerah, bisa jadi temuan,” ujar Udin.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, rekening titipan tersebut merupakan rekening kerja Bank Riau Kepri. Rekening tersebut memudahkan dalam hal klasifikasi setoran pajak yang masuk.

Mengenai keberadaan rekening titipan yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam, Azman mengaku tidak mengetahuinya. Ia mengatakan hal tersebut bukan merupakan kewenangannya.

“Yang penting bagi kami pelayanan wajib pajak bisa cepat dengan inovasi e-billing,” tambah Azman. KD-tri/r

 

Print Friendly, PDF & Email