BANDUNG, KABARDEWAN.COM -- Cuaca ekstrem di Kota Bandung berlangsung hingga 6 Januari 2023, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam rilis yang dikutip laman Diskominfo Kota Bandung, BMKG menyatakan cuaca ekstrem ini dipicu masih aktifnya Monsun Asia dan masih teridentifikasinya seruak dingin dan arus lintas ekuator.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kota Bandung, Teguh Rahayu, selama periode 30 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023, wilayah Jawa Barat masuk ke dalam status siaga dalam prakiraan berbasis dampak hujan lebat. Potensi hujan lebat ini juga disertai cuaca ekstrem dan angin kencang.
Data BMKG juga menyampaikan ada awan cumolonimbus dengan presentase cakupan 75% selama 30 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023. Hal ini terkait potensi cuaca penerbangan secara umum.
Beberapa rekomendasi dari BMKG antara lain mempersiapkan infrastruktur dan tata kelola sumber daya air, penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta bagi pengguna kendaraan agar meningkatkan kewaspadaan sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi atas kondisi cuaca ekstrem tersebut.*
Sebut Gaji Guru Honorer Telat, Pimpinan DPRD Kota Bandung : Disdik Jangan Berlindung Dibalik Undang - Undang!
1 hari yang lalu
Serikat Buruh dan Pemkot Bandung Kecam Aksi Anarkis Saat May Day
2 hari yang lalu
Gebyar May Day 2026 Kota Bandung, Wujud Kebersamaan Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah
2 hari yang lalu
Peringatan Hari Buruh Internasional di Bandung Tercoreng, Aksi Anarko Rusak Fasilitas Negara
3 hari yang lalu