Pemasaran politik adalah proses promosi komunikasi politik, di mana kandidat politik berbagi ide dan mempromosikan diri mereka untuk pemilih. (IGI Global)
Pemasaran politik adalah versi komunikasi politik yang strategis, teknis, dan dibuat untuk mendapatkan dukungan publik. Dalam proses promosi komunikasi politik, kandidat politik berbagi ide dan mempromosikan diri mereka untuk pemilih.
Strategi pemasaran politik (political marketing) secara umum sama dengan strategi pemasaran produk atau jasa dalam bisnis.
Menjaga hubungan baik dengan konsumen (consumer relations) dalam konteks politik adalah menjaga hubungan baik dengan calon pemilih, pemilih, atau konstituen.
Hubungan konsumen adalah hubungan yang dimiliki perusahaan dengan konsumennya. Begitu seseorang membeli produk atau layanan dari sebuah perusahaan, jenis ikatan antara perusahaan dan konsumennya adalah hubungan konsumen.
Hubungan konsumen penting bagi perusahaan untuk memiliki hubungan jangka panjang, mendapatkan umpan balik, menyebarkan kata-kata positif dari mulut ke mulut, meningkatkan loyalitas merek, dan memiliki citra merek (brand) yang positif.
Adman Nursal (dalam Inco 2012) menyebutkan tiga strategi kampanye atau pemasaran politik, yaitu pemasaran produk politik secara langsung kepada calon pemilih (push political marketing ), pemasaran produk politik melalui media massa (pull political marketing), dan melalui kelompok, tokoh, atau organisasi yang berpengaruh (pass political marketing).
Pesan komunikasi pada strategi ini bisa disampaikan secara langsung oleh kandidat atau partai, tapi bisa juga melalui relawan yang datang membagikan brosur, flyer, stiker, dan sebagainya.
Relawan inilah yang bertugas untuk mengumpulkan data yang berupa persepsi electorate, mengukur pengaruh pesan dan mencatat perubahan dalam sikap dan perilaku electorate.
Strategi ini mempunyai kelebihan dapat membombardir pesan kepada khalayak, namun kurang dapat terukur efektivitasnya.
Karena membutuhkan biaya yang sangat besar, strategi ini biasanya dilakukan oleh partai atau kandidat kaya atau mempunyai dana kampanye yang banyak.
Secara umum, media dalam komunikasi pemasaran politik terbagi atas enam kelompok.
Strategi ini memerlukan kehati-hatian dalam melakukannya karena jika terjadi kesalahan maka akan berakibat fatal (pesan komunikasi tidak akan diterima ) bahkan ditolak.
Cara-cara pendekatan dan lobbying pada strategi ini perlu disesuaikan dengan tipe-tipe individu, kelompok dan organisasinya. Tidak bisa satu “transaksi” digunakan untuk semua. (Sumber)
Pemkot Bandung Sepakat Kembangkan PSEL Sarimukti
1 minggu yang lalu
Pemkot Bandung Dorong Masyarakat Terdampak Terlibat Dalam Sosialisasi Pembangunan Koridor BRT
1 minggu yang lalu
Rizal : Pendapatan dan Layanan Publik Jadi Sorotan
1 minggu yang lalu
Sekda Kota Bandung Ajak Warga Pro Aktif Laksanakan Sensus Ekonomi
1 minggu yang lalu